NUNUKAN – Senam Iluk Yaki Betawol atau yang dikenal dengan Senam Lukiwol berhasil mengantarkan Kabupaten Nunukan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta mencapai 11.020 orang.
Tidak sekadar mencatatkan jumlah peserta terbanyak, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Tidung melalui perpaduan olahraga, seni, dan tradisi lokal.
Direktur Operasional MURI, Yusuf Matri, menyampaikan bahwa Senam Lukiwol memiliki keunikan karena gerakannya diadaptasi dari legenda yang mengandung filosofi dan kemudian dikembangkan melalui koreografi dengan unsur tari dan budaya.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Senam Lukiwol yang digelar Pemerintah Kabupaten Nunukan di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan, Minggu (11/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan.
“Senam Lukiwol ini merupakan adaptasi dari sebuah legenda yang memiliki filosofi, kemudian dikoreografikan. Di dalamnya ada unsur tari, seni, dan budaya sehingga sangat menjiwai masyarakat Nunukan,” ungkap Yusuf.
Menurut Yusuf, keikutsertaan 11.020 peserta menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kekayaan budaya daerah dapat diperkenalkan melalui kegiatan yang menarik, inklusif, dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Ia menilai, Senam Lukiwol mempunyai nilai lebih karena tidak hanya mendorong masyarakat menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga memberikan ruang bagi pelestarian budaya lokal, khususnya budaya Tidung yang menjadi bagian dari identitas Kabupaten Nunukan.
“Dengan senam, kita bukan sekadar menjaga kebugaran dan kesehatan, tetapi juga melestarikan budaya. Ini merupakan produk budaya dari wilayah perbatasan yang patut kita apresiasi,” katanya.
Yusuf juga mengapresiasi rencana Bupati Nunukan untuk mendorong Senam Lukiwol menjadi kegiatan rutin pada waktu tertentu, termasuk di lingkungan sekolah dan aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, penerapan di lingkungan pendidikan dan pemerintahan dapat memperluas pengenalan budaya kepada generasi muda serta masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar tingkat SD, SMP, SMA, aparatur organisasi perangkat daerah (OPD), hingga masyarakat umum. Ribuan peserta memadati RTP Paras Perbatasan dan mengikuti gerakan senam secara bersama-sama.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa Senam Lukiwol perlu dijaga sebagai bagian dari warisan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
“Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, kita mengucapkan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada hari ini, dalam rangkaian HUT Kabupaten Nunukan, kita mencatatkan sejarah dengan mendapatkan rekor MURI melalui Senam Lukiwol,” ujar Irwan.
Ia menambahkan, Senam Lukiwol yang berakar dari tarian tradisional masyarakat Tidung perlu terus dirawat dan dikembangkan agar tidak dilupakan oleh generasi berikutnya.
“Budaya kita harus dirawat dan dijaga bersama. Jangan sampai budaya kita dilupakan oleh anak cucu kita ke depan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap pencapaian rekor MURI ini dapat menjadi momentum untuk memperluas pengenalan Senam Lukiwol di sekolah, lingkungan pemerintahan, dan masyarakat. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan upaya membangun kebiasaan hidup sehat dan memperkuat identitas budaya daerah perbatasan.
Melalui kegiatan ini, Senam Lukiwol diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pada peringatan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, tetapi juga berkembang sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya Tidung yang terus diwariskan kepada generasi mendatang. (*) Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN ) Editor : BD Novelinna















