SAMARINDA KALTIM – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan. Program ini juga dipandang sebagai wujud nyata pelembagaan sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Keberadaan Sekolah Rakyat menunjukkan kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia, termasuk yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi sulit, tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
Sekolah Rakyat ini adalah jembatan emas bagi adik-adik yang diinisiasi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Para siswa Sekolah Rakyat diminta menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya agar kelak menjadi orang hebat yang bisa membanggakan orang tua dan membantu sesama.
Beberapa siswa menyampaikan impian mereka, mulai dari ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, menjadi dokter, dan sebagainya. Keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga, tetapi oleh karakter dan kebiasaan baik.
Guna ikut mensukseskan program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo, maka TNI menerjunkan ribuan Taruna Akmil yang disebar di Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, salah satunya adalah dengan menerjunkan 5 (lima) Taruna Akmil Tingkat III di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda.
Adapun kelima Taruna itu, adalah SMT Muhammad Abde, SMT Satria Dwi Ananta, SMT Rayhan Imantaka, SERTAR Jackson Bonai, dan SERTAR Egymus Windra Gunawan

Dilibatkannya para Taruna Akmil ini merupakan Program kerja sama Kementerian Sosial dan TNI bertujuan melatih kedisiplinan dasar, kemandirian asrama, serta wawasan kebangsaan. Disamping itu juga berfungsi sebagai sahabat belajar dan kakak asuh bagi para siswa, melatih kebiasaan hidup mandiri di asrama seperti merapikan diri dan menyetrika, menanamkan disiplin positif, rasa tanggung jawab, dan kepedulian sosial, juga memperkuat semangat kebangsaan serta rasa percaya diri siswa.
Kehadiran para taruna di lingkungan Sekolah Rakyat bukan untuk menggantikan peran guru di ruang kelas. Fokus utama mereka adalah memberikan pendampingan praktis dalam kehidupan berasrama. Taruna dipilih karena mereka memiliki pengalaman langsung dan pemahaman mendalam tentang bagaimana beradaptasi serta mengelola hidup di asrama secara mandiri.

Materi bimbingan yang akan diberikan pun sangat jauh dari kesan militeristik. Para siswa akan diajarkan keterampilan dasar sehari-hari yang esensial, seperti cara merapikan tempat tidur dan seprai, menyetrika baju seragam, merapikan lemari pakaian, hingga menyemir sepatu. Selain melatih keterampilan fisik dan kerapian, kehadiran para taruna ini juga diharapkan dapat menjadi figur pelindung yang efektif untuk mencegah segala bentuk perundungan atau kekerasan antarsiswa di lingkungan asrama.
Melalui pendekatan mentoring dari kakak tingkat yang adaptif, program ini menjadi jembatan inspiratif yang memotivasi anak-anak Sekolah Rakyat untuk memiliki cita-cita tinggi.

Dijumpai saat memberikan bimbingan kepada para siswa Sekolah Rakyat, mereka para Taruna Akmil mengatakan, karakter yang kuat menjadi kunci keberhasilan generasi muda, seperti rajin belajar, disiplin, kerja keras, jujur, taat beribadah, serta memiliki semangat membantu sesama.
Mereka bahkan menilai program Sekolah Rakyat mulai memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri siswa serta kualitas lingkungan belajar mereka.
“Dengan dukungan fasilitas pendidikan dari negara, anak-anak sekarang memiliki ruang belajar yang lebih baik dan kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” ujarnya kompak.

Para Taruna Akmil ini juga tak hentinya berpesan kepada para siswa Sekolah Rakyat agar mengunakan waktu belajar dengan baik, tekun sehingga apa yang diimpikan nantinya bisa diwujudkan.
“Kesempatan yang adik-adik terima sangat berharga. Belajarlah dengan tekun, raih cita-cita setinggi mungkin, dan kelak jadilah pribadi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” pesannya.
Secara teknis, program ini dijadwalkan berlangsung singkat selama lima hari saja, yaitu mulai tanggal 3 hingga 8 Agustus 2026. *** Nir /Gzb















