Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Nunukan tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi bagi pelajar, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menggunakan, sekaligus menjaga keberlangsungan Bahasa Tidung sebagai bagian dari kekayaan bahasa dan budaya daerah.
Rangkaian perlombaan FTBI Kabupaten Nunukan resmi menuntaskan seluruh agenda pada Kamis (24/9/2026).
Memasuki hari kedua pelaksanaan, Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan dipenuhi penampilan pelajar jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa Tidung melalui dua kategori lomba, yakni Tembang Lagu Daerah Berbahasa Tidung dan Pidato Berbahasa Tidung.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi bahasa dan sastra daerah yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur sebagai UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan.
Kepala Bidang Ketenagaan, Kurikulum, Sastra, dan Perizinan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Surtyati, mengatakan pelaksanaan FTBI tidak berhenti pada penentuan pemenang di tingkat kabupaten.
Para peserta yang berhasil meraih juara maupun predikat harapan masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjuangan melalui tahapan seleksi berikutnya.
“Berdasarkan petunjuk teknis dari Balai Bahasa Kalimantan Timur, peserta yang meraih juara maupun harapan tidak boleh berpuas diri. Mereka masih akan mengikuti seleksi lanjutan pada minggu pertama Oktober 2026,” ujar Surtyati.
Pada kategori Lomba Tembang Lagu Daerah Berbahasa Tidung jenjang SMP, Muhammad Ramadhani dari SMPN 2 Nunukan berhasil meraih juara pertama.
Posisi kedua diraih Muhammad Zaid Maulana Alayyubi dari SMPN 4 Nunukan Selatan, sedangkan Nur Afiza dari SMPN 2 Nunukan Selatan menempati juara ketiga.
Sementara itu, pada Lomba Pidato Berbahasa Tidung, Muhammad Rama Ahmad F. dari SMP Al Ihza Nunukan keluar sebagai juara pertama, juara kedua diraih Aisyah Kirani Kharunnisa dari SMPN 1 Nunukan, dan Alifatul Pratama dari SMPN 2 Nunukan Selatan berada di posisi ketiga.
Setelah menyelesaikan tahapan tingkat kabupaten, para peserta terbaik akan kembali mengikuti proses seleksi untuk membuka peluang mewakili Kalimantan Timur pada ajang berikutnya.
Seleksi tingkat provinsi dilakukan melalui pengiriman video penampilan peserta untuk kemudian disaring sebelum ditetapkan sebagai wakil menuju tingkat nasional.
Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan pun menaruh optimisme terhadap capaian peserta tahun ini, optimisme tersebut tidak terlepas dari prestasi yang berhasil ditorehkan Kabupaten Nunukan pada pelaksanaan sebelumnya, ketika wakil daerah sukses meraih Juara 1 Nasional.
Melalui FTBI, pembinaan bahasa daerah diharapkan tidak berhenti pada perlombaan, tetapi berkembang menjadi bagian dari kebiasaan generasi muda dalam mengenal dan menggunakan bahasa ibu.
Dengan demikian, panggung kompetisi menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kebanggaan pelajar terhadap bahasa dan budaya daerah sekaligus mempersiapkan talenta-talenta muda Nunukan untuk tampil hingga tingkat yang lebih tinggi. (*) Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )
















