NUNUKAN -Sejumlah Anggota DPRD Nunukan mengungkapkan, persoalan kelangkaan dan tingginya harga BBM di Pulau Sebatik menjadi salah satu perhatian utama Fraksi-Fraksi di DPRD Nunukan.
Hal itu diungkapkan dalam pandangan Fraksi-Fraksi saat Rapat Paripuirna, Umumnya Farksi soroti kelangkaan BBM di Wilayah Sebatik, mereka menilai BBM memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan, terutama nelayan, petani rumput laut, petani kelapa sawit, pelaku usaha kecil, serta masyarakat yang bergantung pada transportasi darat dan laut
Dicontohkan, Fraksi PKS menyampaikan adanya keluhan masyarakat bahwa BBM di SPBU atau lembaga penyalur resmi kerap cepat habis, sehingga sebagian masyarakat harus membeli BBM eceran dengan harga lebih tinggi.
“Untuk itu, Fraksi PKS meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi kebutuhan dan kecukupan kuota BBM di Sebatik, memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi, serta menelusuri dugaan pengambilan BBM dalam jumlah besar dan aktivitas distribusi di luar jam pelayanan umum” Imbau juru bicara Fraksi PKS Said Hasan..
Fraksi PKS juga mendorong keterbukaan data mengenai kuota, jadwal kedatangan, stok, dan realisasi penyaluran BBM.
Selain itu, diperlukan penyederhanaan pelayanan administrasi dan rekomendasi BBM bagi nelayan, petani, serta pelaku usaha produktif yang memenuhi ketentuan, serta penyediaan saluran pengaduan masyarakat yang mudah diakses dan cepat ditindaklanjuti.
Menurut Fraksi PKS, pengawasan distribusi BBM tidak boleh hanya berhenti pada pemeriksaan administrasi, tetapi harus memastikan BBM diterima masyarakat yang berhak dengan jumlah dan harga sesuai ketentuan. ***R4
.
















