NUNUKAN – Sebanyak 46 peserta ambil bagian dalam Lomba Mabettang yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Nunukan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 peserta mengikuti kategori putri dan 12 peserta kategori putra. Mereka tidak hanya dituntut bekerja cepat, tetapi juga harus mampu mengikat rumput laut dengan rapi dan tepat sesuai ketentuan perlombaan.
Dewan juri, Risqi, menjelaskan setiap peserta diberikan waktu maksimal 10 menit untuk menyelesaikan satu bentangan rumput laut dengan panjang rata-rata 15 depa.
“Kalau peserta bisa menyelesaikan sebelum 10 menit, tentu waktunya akan dihitung, tetapi ada syaratnya, seluruh tali cincin harus terisi penuh dan saat pemeriksaan tidak ada yang terlepas atau jatuh,” jelas Risqi, Minggu (4/10/2026).
Karena itu, peserta tidak bisa sekadar mengejar waktu. Hasil pekerjaan harus tetap memenuhi ketentuan agar dapat dinilai oleh dewan juri.
“Jadi yang dinilai adalah kecepatan, kerapian dan ketepatan pengikatannya,” tambah Risqi.
Berdasarkan keputusan dewan juri yang disampaikan Risqi, kategori putri menempatkan Bergundy dengan nomor peserta 06 sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Grup Ceria nomor peserta 25, disusul Blonde Lantam nomor peserta 43 sebagai juara ketiga dan Pasukan Senyap nomor peserta 36 sebagai juara keempat.
Sementara kategori putra, juara pertama diraih Tamalanrea dengan nomor peserta 06. Posisi kedua ditempati Pasukan Senyap nomor peserta 12, kemudian Pasukan Tempur nomor peserta 09 sebagai juara ketiga dan Putra Bulu Domba nomor peserta 04 sebagai juara keempat.
Lomba Mabettang tersebut menjadi salah satu kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. Selain menjadi ajang kompetisi, perlombaan ini juga memperlihatkan keterampilan peserta dalam mengolah rumput laut yang membutuhkan kecepatan sekaligus ketelitian.
Dengan sistem penilaian tersebut, peserta yang mampu menyelesaikan bentangan dalam waktu singkat belum tentu menjadi pemenang apabila hasil ikatannya tidak memenuhi ketentuan. Kecepatan harus berjalan beriringan dengan kerapian dan ketepatan agar hasil pekerjaan dinyatakan memenuhi syarat.(*)
Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )
Editor : BD Novelinna
















