• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
Kamis, Oktober 8, 2026
Portal Kaltara
Advertisement
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Dunia Islam
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Agenda
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Dunia Islam
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Agenda
No Result
View All Result
Portal Kaltara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

Lomba Desain Batik Lulantatibu Buka Peluang Talenta Baru di Nunukan

by Kontributor
Oktober 5, 2026
in Advedtorial, Daerah
0
Lomba Desain Batik Lulantatibu Buka Peluang Talenta Baru di Nunukan
0
SHARES
1
VIEWS

NUNUKAN –  Lomba Desain Batik Lulantatibu yang digelar Pemerintah Kabupaten Nunukan tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga membuka ruang untuk menemukan talenta-talenta baru di bidang desain batik.

Lomba tersebut digelar di GOR Dwi Kora Nunukan, Minggu (4/10/2026), dengan jumlah peserta yang meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya, tahun ini, peserta berasal dari kategori pelajar dan umum.

READ ALSO

Jalan Tembus Krayan – Malinau Ditargetkan Tuntas 2028

Resmikan SPBU Nelayan PT. Sembakung Harapan Jaya, Pemerintah Kabupaten Nunukan Harapkan Akses BBM Tepat Sasaran dan Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Salah satu anggota dewan juri, Reimita, mengatakan peserta diberikan waktu maksimal dua jam untuk menyelesaikan desain, peserta juga dibekali perlengkapan serta referensi motif dasar Lulantatibu yang menjadi dasar pengembangan karya.

“Waktu yang diberikan paling lama dua jam, kalau sebelum dua jam sudah selesai, tidak apa-apa, yang penting jangan lewat dari waktu yang ditentukan,” kata Reimita, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, kreativitas menjadi salah satu aspek utama dalam penilaian, juri melihat bagaimana peserta menata dan menempatkan motif sehingga menghasilkan desain yang menarik untuk diterapkan pada kain batik.

“Kriterianya tentu kreativitas, terutama bagaimana menata atau menempatkan motif karena ini desain motif untuk kain batik,” jelasnya.

Selain kreativitas desain, penggunaan busana Lulantatibu juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam perlombaan, peserta yang mengenakan busana Lulantatibu mendapatkan penilaian tersendiri sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

Dalam hal pewarnaan, peserta diberikan ruang untuk menunjukkan kreativitasnya, namun, terdapat arahan warna yang telah ditentukan berdasarkan hasil pembelajaran dan kesepakatan sebelumnya.

Reimita menjelaskan, perbedaan pilihan warna dari peserta tetap akan dilihat berdasarkan hasil akhirnya, jika ada karya yang menggunakan warna berbeda tetapi menghasilkan tampilan yang lebih baik, aspek tersebut tetap menjadi pertimbangan juri.

“Kalau hasilnya lebih bagus dari yang sudah ditentukan pewarnanya, tentu yang terbaik itu yang kita ambil,” ujarnya.

Menariknya, sebagian peserta lomba ternyata bukan orang yang selama ini bekerja sebagai desainer atau pengrajin batik.

Menurut Reimita, peserta berasal dari beragam latar belakang, termasuk guru dan pegawai.

Kondisi tersebut justru memperlihatkan bahwa kegiatan ini mampu membuka potensi yang sebelumnya belum terlihat.

“Di sini saya melihat ada guru, ada pegawai, dan mungkin di sinilah kita melihat kelebihan mereka, ternyata mereka punya bakat yang terpendam,” ungkapnya.

Sebagai pengrajin sekaligus pemilik usaha batik, Reimita melihat potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang kerja sama, peserta yang menghasilkan karya terbaik berpeluang dilibatkan dalam pekerjaan desain ketika pengrajin membutuhkan tenaga tambahan.

“Kami sebagai owner batik sangat senang dan bangga dengan kegiatan seperti ini, kami juga akan melihat mana yang terbaik. Kalau ada orderan, mungkin bisa kami berikan pekerjaan tambahan, freelance,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga yang memiliki kemampuan menggambar dan menata desain memang masih terbuka, selama ini, pengrajin batik kerap harus mengembangkan desain secara bersama-sama karena keterbatasan tenaga khusus di bidang tersebut.

Karena itu, keberadaan lomba desain dinilai dapat menjadi salah satu cara mempertemukan potensi kreatif masyarakat dengan kebutuhan industri batik lokal.

Antusiasme peserta tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, jika pada pelaksanaan sebelumnya jumlah peserta sekitar 30 orang, tahun ini jumlahnya mendekati 60 peserta.

Reimita berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak peserta, termasuk masyarakat di desa-desa yang memiliki kemampuan menggambar dan mewarnai tetapi belum memiliki ruang untuk menunjukkan keterampilannya.

“Harapannya ke depan bisa diadakan lagi dan lebih banyak lagi yang ikut,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah terus memberikan pembinaan kepada para pengrajin Batik Lulantatibu, termasuk membuka ruang kerja sama antara pengrajin dengan peserta lomba yang memiliki kemampuan desain.

Menurutnya, peserta terbaik dapat diarahkan untuk berkolaborasi dengan pengrajin sehingga kemampuan mereka tidak berhenti setelah lomba selesai, tetapi dapat berkembang menjadi keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“Semoga pemerintah tetap dan terus membimbing dan memberikan binaan. Peserta yang juara bisa mungkin diarahkan untuk bekerja sama dengan para pengrajin batik,” katanya.

Lebih jauh, Reimita berharap Batik Lulantatibu tidak hanya semakin dikenal di Kabupaten Nunukan dan Kalimantan Utara, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional dan internasional.

Dengan bertemunya kreativitas generasi muda, kebutuhan pengrajin dan dukungan pemerintah, lomba desain Batik Lulantatibu diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menjaga identitas budaya sekaligus membuka peluang baru bagi tumbuhnya talenta dan industri batik khas Nunukan. (*)

Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )

Editor : BD Novelinna

Related Posts

Jalan Tembus Krayan – Malinau Ditargetkan Tuntas 2028
Advedtorial

Jalan Tembus Krayan – Malinau Ditargetkan Tuntas 2028

Oktober 8, 2026
Resmikan SPBU Nelayan PT. Sembakung Harapan Jaya, Pemerintah Kabupaten Nunukan Harapkan Akses BBM Tepat Sasaran dan Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Advedtorial

Resmikan SPBU Nelayan PT. Sembakung Harapan Jaya, Pemerintah Kabupaten Nunukan Harapkan Akses BBM Tepat Sasaran dan Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Oktober 8, 2026
Hikmat dan Meriah, Upacara HUT TNI yang Ke 81 Digelar di Alun Alun Kota Nunukan
Advedtorial

Hikmat dan Meriah, Upacara HUT TNI yang Ke 81 Digelar di Alun Alun Kota Nunukan

Oktober 8, 2026
Pengelolaan Aset Daerah Berkaitan Dengan Pertanggungjawaban APBD
Advedtorial

Pengelolaan Aset Daerah Berkaitan Dengan Pertanggungjawaban APBD

Oktober 7, 2026
Bapemperda Nunukan Bahas Raperda Pengelolaan Aset Daerah
Advedtorial

Bapemperda Nunukan Bahas Raperda Pengelolaan Aset Daerah

Oktober 7, 2026
Usulan Perda di Nunukan Disaring, OPD Diberi Batas Waktu hingga 30 Oktober
Advedtorial

DPRD Nunukan Targetkan Lima Raperda Disetujui Tahun 2026

Oktober 7, 2026
Next Post
Bergundy dan Tamalanrea Raih Juara Lomba Mabettang HUT ke-27 Nunukan

Bergundy dan Tamalanrea Raih Juara Lomba Mabettang HUT ke-27 Nunukan

POPULAR NEWS

Satresnarkoba Polres Nunukan Tangkap  6 Tersangka Narkoba, 2 di Antaranya Wanita

Satresnarkoba Polres Nunukan Tangkap 6 Tersangka Narkoba, 2 di Antaranya Wanita

Oktober 8, 2021
Kena Timpas Petugas APMS Sedadap Meninggal Dunia

Kena Timpas Petugas APMS Sedadap Meninggal Dunia

Juni 25, 2021
Ditipu Ratusan Juta Rupiah, dan Dicemarkan Nama Baiknya Mulyati Lapor Polisi

Ditipu Ratusan Juta Rupiah, dan Dicemarkan Nama Baiknya Mulyati Lapor Polisi

Oktober 16, 2021
Dua Pria Diborgol dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil Jadi Tontonan Warga di Pangkalan Haji Putri

Dua Pria Diborgol dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil Jadi Tontonan Warga di Pangkalan Haji Putri

Juli 9, 2025
Polres Nunukan Berhasil Amankan Sabu 5 Kg

Polres Nunukan Berhasil Amankan Sabu 5 Kg

Mei 27, 2021

EDITOR'S PICK

Peringati Hari Kartini Ke-146, TP PKK Kabupaten Nunukan Gelar Lomba Fashion Show

Peringati Hari Kartini Ke-146, TP PKK Kabupaten Nunukan Gelar Lomba Fashion Show

Mei 1, 2025
Presiden Resmikan 7 PLBN, Tiga di Antaranya Berada di Kaltara

Presiden Resmikan 7 PLBN, Tiga di Antaranya Berada di Kaltara

Oktober 2, 2024
Bertemu Gubernur Jakarta, Wamen Fahri Hamzah Tekankan Pendekatan ‘Membangun Tanpa Menggusur’

Bertemu Gubernur Jakarta, Wamen Fahri Hamzah Tekankan Pendekatan ‘Membangun Tanpa Menggusur’

Juli 25, 2025
Terkait Sengketa Lahan di Sebuku, Bupati Laura Audiensi dengan Wamen KLHK RI

Terkait Sengketa Lahan di Sebuku, Bupati Laura Audiensi dengan Wamen KLHK RI

Agustus 28, 2021
  • Pedoman Jurnalistik
  • Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Kritik & Saran
Independen & Objektif

© 2024 Portal Kaltara - Developed by AntaHost

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Dunia Islam
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Agenda

© 2024 Portal Kaltara - Developed by AntaHost