• Tentang Kami
  • Hubungi Kami
Sabtu, September 26, 2026
Portal Kaltara
Advertisement
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Dunia Islam
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Agenda
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Dunia Islam
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Agenda
No Result
View All Result
Portal Kaltara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

Ketua Komisi II DPRD Nunukan Dorong PM-AAS Sesuai Karakter Lahan dan Kebutuhan Petani

by Kontributor
September 26, 2026
in Advedtorial, Daerah
0
Ketua Komisi II DPRD Nunukan Dorong PM-AAS Sesuai Karakter Lahan dan Kebutuhan Petani
0
SHARES
2
VIEWS

NUNUKAN — Modernisasi  pertanian di Kabupaten Nunukan dinilai tidak cukup hanya dengan menghadirkan  teknologi dan mekanisasi. Kondisi lahan, tata kelola  air hingga serangan hama harus menjadi dasar sebelum program pertanian modern diterapkan secara luas.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, saat menghadiri kegiatan yang dilaksanakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Utara terkait Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) pada Rabu, (23/9/2026)

READ ALSO

FTBI 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Nunukan Lestarikan Bahasa Tidung, Target Juara Nasional Kembali

TP PKK Nunukan Tingkatkan Kapasitas Kader melalui Pelatihan Kesehatan Keluarga

Menurut Fajrul, kebutuhan petani di lapangan harus menjadi pijakan utama dalam penerapan program tersebut. Sebab, sejumlah persoalan masih dihadapi petani padi Nunukan, mulai dari produktivitas yang relatif rendah, serangan hama, hingga kerusakan tanaman yang banyak ditemukan di bagian tengah hamparan.

“Dari pengamatan kami di lapangan, masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Mulai dari produktivitas, serangan hama, kondisi lahan yang berdekatan dengan laut, karakter tanah yang berlumpur atau semi-gambut, sampai yang paling penting adalah sistem sirkulasi dan pembuangan air yang belum optimal,” ujar Fajrul.

Ia menilai kondisi tersebut membuat penerapan PM-AAS harus menggunakan pendekatan spesifik lokasi. Artinya, teknologi maupun pola budidaya yang diterapkan tidak bisa diseragamkan tanpa terlebih dahulu memahami karakter lahan pertanian di Nunukan.

Fajrul mendorong agar program diawali dengan pemetaan lahan dan pembagian blok. Selanjutnya dilakukan identifikasi karakter tanah dan sumber air, penentuan varietas, pola tanam, pemupukan, pengelolaan air dan drainase, monitoring hama, hingga evaluasi hasil panen serta biaya produksi.

“Jangan sampai modernisasi hanya berhenti pada konsep dan teknologi. Setiap keputusan budidaya harus benar-benar spesifik lokasi dan berorientasi pada peningkatan hasil serta kesejahteraan petani,” tegasnya.

Persoalan drainase menjadi perhatian khusus Andi. Menurutnya, penggunaan varietas unggul, benih, pupuk maupun mekanisasi tidak akan maksimal apabila persoalan tata kelola air tidak diselesaikan.

“Sebagus apa pun varietas, benih, pupuk dan mekanisasi yang digunakan, kalau tata kelola air dan pembuangan air tidak diselesaikan, risiko genangan, serangan penyakit dan kerusakan tanaman tetap tinggi,” jelasnya.

Karena itu, sebelum PM-AAS diperluas, ia meminta adanya pemetaan blok sekaligus desain sirkulasi air yang jelas. Hal itu penting untuk mengetahui jalur masuk air, distribusi di dalam hamparan hingga sistem pembuangan ketika terjadi kelebihan air.

Selain infrastruktur dan teknologi, Fajrul juga menyoroti peran penyuluh pertanian. Ia menilai penyuluh harus menjadi ujung tombak pendampingan petani secara berkelanjutan, bukan hanya hadir ketika program mulai dijalankan.

“Penyuluh harus menjadi ujung tombak pendampingan, bukan hanya hadir saat program dimulai. Mereka juga perlu diberikan dukungan dan insentif berbasis kinerja yang terukur apabila produktivitas petani yang didampingi mampu meningkat secara konsisten,” tambahnya.

Ia menegaskan, keberhasilan PM-AAS pada akhirnya harus diukur dari dampaknya terhadap petani. Teknologi dan mekanisasi menjadi sarana, sementara peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, penurunan risiko produksi dan peningkatan kesejahteraan petani menjadi hasil yang harus dicapai.

“Teknologi boleh modern, tetapi hasilnya harus nyata. Produktivitas meningkat, biaya terkendali, risiko berkurang, dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” pungkasnya. ***R8

Related Posts

FTBI 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Nunukan Lestarikan Bahasa Tidung, Target Juara Nasional Kembali
Advedtorial

FTBI 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Nunukan Lestarikan Bahasa Tidung, Target Juara Nasional Kembali

September 26, 2026
TP PKK Nunukan Tingkatkan Kapasitas Kader melalui Pelatihan Kesehatan Keluarga
Advedtorial

TP PKK Nunukan Tingkatkan Kapasitas Kader melalui Pelatihan Kesehatan Keluarga

September 26, 2026
FTBI Nunukan Tuntaskan Lomba Bahasa Tidung, Pelajar SMP Bersiap Melaju ke Tingkat Provinsi
Advedtorial

FTBI Nunukan Tuntaskan Lomba Bahasa Tidung, Pelajar SMP Bersiap Melaju ke Tingkat Provinsi

September 26, 2026
Pemkab Nunukan Mantapkan Persiapan HUT ke-27: Gabungkan Iraw dan Paras Fest, Hadirkan Band Nidji Hingga Haddad Alwi
Advedtorial

Pemkab Nunukan Mantapkan Persiapan HUT ke-27: Gabungkan Iraw dan Paras Fest, Hadirkan Band Nidji Hingga Haddad Alwi

September 26, 2026
Alat Damkar Nunukan Selatan Terbatas, Komisi II Desak Pemkab Bertindak
Advedtorial

Alat Damkar Nunukan Selatan Terbatas, Komisi II Desak Pemkab Bertindak

September 26, 2026
DPRD Nunukan Setujui Perubahan APBD 2026
Advedtorial

DPRD Nunukan Setujui Perubahan APBD 2026

September 26, 2026
Next Post
Pemkab Nunukan Mantapkan Persiapan HUT ke-27: Gabungkan Iraw dan Paras Fest, Hadirkan Band Nidji Hingga Haddad Alwi

Pemkab Nunukan Mantapkan Persiapan HUT ke-27: Gabungkan Iraw dan Paras Fest, Hadirkan Band Nidji Hingga Haddad Alwi

POPULAR NEWS

Satresnarkoba Polres Nunukan Tangkap  6 Tersangka Narkoba, 2 di Antaranya Wanita

Satresnarkoba Polres Nunukan Tangkap 6 Tersangka Narkoba, 2 di Antaranya Wanita

Oktober 8, 2021
Kena Timpas Petugas APMS Sedadap Meninggal Dunia

Kena Timpas Petugas APMS Sedadap Meninggal Dunia

Juni 25, 2021
Ditipu Ratusan Juta Rupiah, dan Dicemarkan Nama Baiknya Mulyati Lapor Polisi

Ditipu Ratusan Juta Rupiah, dan Dicemarkan Nama Baiknya Mulyati Lapor Polisi

Oktober 16, 2021
Dua Pria Diborgol dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil Jadi Tontonan Warga di Pangkalan Haji Putri

Dua Pria Diborgol dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil Jadi Tontonan Warga di Pangkalan Haji Putri

Juli 9, 2025
Polres Nunukan Berhasil Amankan Sabu 5 Kg

Polres Nunukan Berhasil Amankan Sabu 5 Kg

Mei 27, 2021

EDITOR'S PICK

Polisi Pulangkan 5 Warga Yang Sebelumnya Tertangkap di Lokasi Judi Sabung Ayam Melalui Media Televisi

Polisi Pulangkan 5 Warga Yang Sebelumnya Tertangkap di Lokasi Judi Sabung Ayam Melalui Media Televisi

Mei 21, 2021
Wakili Bupati, Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Hadiri Pelantikan PD-BKMT

Wakili Bupati, Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Hadiri Pelantikan PD-BKMT

Februari 22, 2022
APBD 2024 Disetujui, Ini Kata Bupati Nunukan

APBD 2024 Disetujui, Ini Kata Bupati Nunukan

Desember 13, 2023
Kelangkaan Gas LPG 3Kg, Anggota DPRD Nunukan Berharap Pengawasan Ketat Lebih Ditingkatkan

Kelangkaan Gas LPG 3Kg, Anggota DPRD Nunukan Berharap Pengawasan Ketat Lebih Ditingkatkan

Mei 21, 2021
  • Pedoman Jurnalistik
  • Redaksi
  • Pasang Iklan
  • Kritik & Saran
Independen & Objektif

© 2024 Portal Kaltara - Developed by AntaHost

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Dunia Islam
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Agenda

© 2024 Portal Kaltara - Developed by AntaHost