Bahasa Tidung kembali bergema di tengah generasi muda Kabupaten Nunukan, melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026, ratusan pelajar jenjang SD dan SMP mendapat ruang untuk menggunakan sekaligus menunjukkan kemampuan berbahasa dan bersastra daerah dalam suasana kompetitif.
Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan kembali menggelar FTBI sebagai bagian dari program revitalisasi bahasa dan sastra daerah. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama strategis dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala Bidang Ketenagaan, Kurikulum, Sastra, dan Perizinan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Surtyati, mengatakan FTBI menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan bahasa ibu di tengah generasi muda.
Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran, tetapi juga perlu menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk menggunakan bahasa tersebut secara aktif dan percaya diri.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa ibu yang digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga berani menggunakan dan menunjukkan kemampuan mereka dalam Bahasa Tidung,” ujar Surtyati saat ditemui usai wawancara khusus terkait pelaksanaan FTBI, Kamis (24/9/2026).
Semangat pelestarian tersebut sekaligus dibarengi dengan target prestasi. Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan optimistis prestasi yang diraih pada FTBI tahun sebelumnya dapat kembali terulang.
Pada 2025, Kabupaten Nunukan berhasil meraih Juara 1 Nasional lomba bercerita Bahasa Tidung melalui Muhammad David dari SDN 001 Nunukan. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi peserta FTBI tahun ini untuk kembali membawa nama Nunukan ke tingkat nasional.
“Tahun lalu pada 2025, Kabupaten Nunukan berhasil menjadi Juara 1 Nasional lomba bercerita Bahasa Tidung atas nama Muhammad David dari SDN 001 Nunukan. Untuk tahun ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan kembali menargetkan juara nasional,” kata Surtyati.
FTBI tingkat Kabupaten Nunukan tahun ini mempertandingkan empat kategori utama yang seluruhnya menggunakan Bahasa Tidung, yakni baca puisi, dongeng, pidato dan tembang lagu daerah.
Antusiasme pelajar terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti setiap kategori. Tercatat 16 peserta mengikuti lomba baca puisi, 14 peserta lomba dongeng, delapan peserta lomba pidato dan delapan peserta lomba tembang lagu daerah.
Rangkaian perlombaan telah dimulai sejak Rabu (23/9/2026), pada hari pertama, dua kategori lomba untuk jenjang SD telah diselesaikan dengan hasil yang menunjukkan munculnya talenta-talenta muda dalam bahasa dan sastra daerah.
Pada lomba baca puisi berbahasa Tidung, Juara 1 diraih Farhan Nuradiarta dari SDN 001 Seimenggaris, Juara 2 Muhammad Ikrar Alhaaq dari SDN 007 Nunukan, dan Juara 3 Dian Zafira dari SDN 005 Nunukan Selatan.
Sementara itu, lomba dongeng berbahasa Tidung menempatkan Mukmi Khumiarah Maddatilah dari SDN 005 Nunukan sebagai Juara 1, disusul Aisyah Ayu Lestari dari SDN 001 Seimenggaris sebagai Juara 2 dan Neira Tamara dari SDN 008 Nunukan sebagai Juara 3.
Memasuki hari kedua, Kamis (24/9/2026), kompetisi berlanjut dengan kategori pidato dan tembang lagu daerah untuk jenjang SD dan SMP.
Bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, FTBI bukan hanya tentang menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah sejak usia sekolah.
Bahasa Tidung yang digunakan dalam seluruh rangkaian lomba sekaligus memberikan pengalaman kepada pelajar untuk menjadikan bahasa ibu sebagai bagian dari ekspresi mereka, baik melalui cerita, puisi, pidato maupun lagu daerah.
Setelah kompetisi tingkat kabupaten selesai, para peserta terbaik nantinya akan mewakili Nunukan pada tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda.
Dinas Pendidikan Nunukan berharap para juara mampu membawa semangat yang sama ketika melangkah ke tingkat provinsi, sekaligus membuka peluang bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan prestasi Nunukan di tingkat nasional.
“Kami berharap anak-anak yang terpilih nantinya tidak hanya mampu mengharumkan nama Kabupaten Nunukan di tingkat provinsi, tetapi juga bisa melanjutkan prestasi yang sudah diraih tahun lalu hingga kembali membawa nama Nunukan ke tingkat nasional,” tutup Surtyati. (*) Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )















