NUNUKAN – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan semakin terasa dengan digelarnya lomba senam Yameto dan Lukiwol di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA tersebut diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan penampilan peserta lomba dari berbagai jenjang pendidikan hingga kategori umum.
Ratusan peserta tampil membawa semangat kebersamaan sekaligus kreativitas melalui dua senam yang mengangkat unsur budaya lokal, yakni Yameto dan Lukiwol.
Antusiasme terlihat dari banyaknya regu yang ambil bagian.
Pada tingkat sekolah dasar (SD), lomba Yameto diikuti 31 regu dan Lukiwol sebanyak 25 regu. Tingkat sekolah menengah pertama (SMP) diikuti 31 regu untuk Yameto dan 22 regu untuk Lukiwol.
Sementara pada tingkat sekolah menengah atas (SMA), sebanyak 16 regu mengikuti lomba Yameto dan 13 regu Lukiwol.
Sedangkan kategori umum diikuti tujuh regu Yameto dan 15 regu Lukiwol.
Setiap regu terdiri dari lima orang peserta, mereka tidak hanya dituntut mampu mengikuti gerakan dan irama musik, tetapi juga menampilkan kekompakan serta kreativitas melalui kostum dan penampilan yang disesuaikan dengan karakter budaya yang diangkat.
Salah satu penampilan menarik datang dari SD Negeri 07 Nunukan dengan nomor urut 14, para peserta tampil energik dengan gerakan yang lincah dan tegas mengikuti irama musik Yameto.
Mengenakan busana bernuansa motif Dayak, para peserta terlihat percaya diri membawakan gerakan senam hingga mendapat perhatian penonton yang hadir di lokasi.
Guru SD Negeri 07 Nunukan, Sulastri, mengatakan persiapan mengikuti lomba telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan.
“Persiapannya sekitar satu bulan, dari SDN 07 ada dua grup. Grup pertama yang tampil ini mengikuti lomba Yameto dan nantinya juga akan ikut lomba Lukiwol,” ujar Sulastri, Sabtu (3/10/2026)
Tidak hanya mempersiapkan gerakan, pihak sekolah juga menyesuaikan busana peserta dengan tema budaya yang diangkat dalam setiap lomba.
Untuk penampilan Lukiwol, misalnya, pihak sekolah memilih warna merah dan kuning yang dinilai sesuai dengan karakter warna yang identik dengan budaya Tidung.
“Untuk pakaian peserta juga kami sesuaikan dengan tema Lukiwol yang berasal dari Suku Tidung, identik dengan warna kuning, hijau dan merah. Kami mengambil warna merah dan kuning yang terang,” jelasnya.
Sulastri mengaku bangga melihat penampilan anak didiknya.
Menurutnya, keberanian peserta untuk tampil dan memberikan kemampuan terbaik menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.
“Targetnya tentu juara. Tapi melihat anak-anak kami tampil tadi, saya sangat puas karena mereka sudah menampilkan yang terbaik. Soal hasil, itu nanti sesuai keputusan dewan juri,” katanya.
Penampilan peserta dinilai oleh dewan juri yang berasal dari sejumlah unsur, diantaranya Munira dari sanggar senam, Iwan dari sanggar tari, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Marlina Puspasari, serta staf Dinas Pariwisata Antonius.
Lomba senam Yameto dan Lukiwol menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan yang tidak hanya menghadirkan suasana meriah, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal budaya daerah.
Melalui kegiatan tersebut, seni dan budaya lokal diharapkan semakin dekat dengan generasi muda dan terus tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Nunukan.
Semangat para peserta dari tingkat sekolah hingga kategori umum juga menjadi gambaran bahwa perayaan HUT Kabupaten Nunukan dapat menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya daerah. (*)
Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )
Editor : BD Novelinna
















