NUNUKAN – Lomba Mabettang atau mengikat rumput laut turut memeriahkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan. Kegiatan yang digelar Minggu (4/10/2026) di Jalan Lingkar, kawasan Pos Airud Lama, ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk apresiasi terhadap para pembudidaya rumput laut di Kabupaten Nunukan.
Lomba tersebut dibuka Kepala BKPSDM Kabupaten Nunukan Kaharuddin, S.S., yang mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E.
Dalam sambutannya, Kaharuddin menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menggagas Lomba Mabettang sebagai bagian dari perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan.
Menurutnya, meski terlihat sederhana, aktivitas mengikat rumput laut memiliki makna besar bagi kehidupan masyarakat pesisir, khususnya keluarga pembudidaya.
“Mabettang adalah bagian dari kehidupan masyarakat pembudidaya rumput laut. Dari tangan-tangan terampil ibu-ibu inilah, dari ikatan kecil lahir kesejahteraan. Dari ikatan inilah anak bisa sekolah dan dapur bisa tetap menghangat,” ujarnya, Minggu (4/10/2026).
Ia mengatakan, rumput laut merupakan salah satu komoditas penting bagi perekonomian masyarakat pesisir Nunukan. Karena itu, peran para pembudidaya perlu terus mendapat perhatian dan dukungan.
“Lomba Mabettang ini merupakan bentuk penghormatan kami kepada para pembudidaya rumput laut yang setiap hari bekerja keras, panas-panasan, mengikat rumput laut satu demi satu,” katanya.
Kaharuddin juga menekankan bahwa lomba tersebut bukan sekadar menguji kecepatan peserta dalam mengikat rumput laut, aspek kerapian dan kekuatan ikatan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
“Bukan hanya siapa yang paling cepat, tetapi juga siapa yang paling rapi, siapa yang paling kuat ikatannya dan siapa yang paling lincah tangannya. Karena kualitas ikatan juga menentukan kualitas panen,” jelasnya.
Ia mendorong para pembudidaya untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas budidaya melalui perbaikan teknik pengikatan hingga proses panen, sehingga hasil rumput laut memiliki nilai jual yang semakin baik.
Lebih jauh, pemerintah daerah juga mendorong agar rumput laut tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, pengembangan produk olahan dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Rumput laut adalah salah satu masa depan ekonomi masyarakat pesisir. Jangan hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah. Kita harus mendorong agar hasil rumput laut bisa diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Ia berharap Lomba Mabettang dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi antarkelompok pembudidaya rumput laut sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas usaha.
Kepada seluruh peserta, Kaharuddin berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan menunjukkan keterampilan terbaik.
“Silakan tunjukkan keahlian terbaik, ikat yang paling cepat, paling rapi dan paling kuat, jadikan lomba ini sebagai ajang silaturahmi antarkelompok pembudidaya rumput laut,” pesannya.
Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Kaharuddin yang mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. (*)
Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )
Editor : BD Novelinna
















